
Selasa, 20 Juni 2023 Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kabupaten Sleman menyelenggarakan acara Sosialisasi Budaya Satriya Berakhlak di Oproom Dinas PMK Sleman. Acara dibuka oleh Kepala Bidang Pengembangan Kelembagaan dan Aparatur Kalurahan Al Adib Burochmad. Acara dihadiri oleh Tata Laksana serta perwakilan dari BPKal.
Narasumber dari Biro Organisasi Setda DIY Nita Arfiyani, Nita menyampaikan materi tentang Budaya Satriya Berakhlak. Budaya Pemerintahan Satriya Sebagai Instrumen Perubahan, Pemerintah Transparan, Akuntabel, Efektif Efisien, dan Pelayanan Prima tertuang dalam Pergub 19 Tahun 2022. Berakhlak (Berorientasi Pelayanan Akuntabel Kompeten Harmonis Loyal Adaptif Kolaboratif). Filosofi Hamemayu Hayuning Bawana, Rahayuning Bawana Kapurba Waskithaning Manungsa adalah kelestarian dan keselamatan ditentukan oleh kebijaksanaan manusia. Darmaning Satriya Mahanani Rahayuning Nagara adalah pengabdian ksatria menyebabkan kesejahteraan dan ketentraman negara. Rahayuning Manungsa Dumadi Karana Kamanungsane adalah kesejahteraan dan ketentraman manusia terjadi karena kemanusiaannya.
Satriya sebagai personifikasi watak seorang Ksatria yang memiliki karakter. Sawiji (konsentrasi), Sengguh (percaya diri dengan rendah hati), Golong gilig (menjaga persatuan dan kesatuan), Greget (semangat), dan Ora mingkuh (bertanggung jawab). Hal-hal yang Harus dilakukan antara lain : Sosialisasi dilakukan di Instansi saat acara-acara tertentu, Internalisasi dilakukan terus menerus guna terciptanya sebuah perubahan, Kelompok Budaya Pemerintahan Anggotanya terdiri dari agen-agen perubahan Wajib dibentuk dimasing-masing instansi, Rencana Aksi Perwujudan dari konsep perubahan dituangkan dalam rencana kerja agar bisa terukur, dan Monitoring dan Evaluasi Guna mengukur capaian serta keberlangsungan implementasi.
Harapan Budaya Satriya Berakhlak bisa di implementasikan di Pemerintahan Kalurahan dalam rangka Persiapan Pelaksanaan Reformasi Birokrasi di Kalurahan.
