9 lokasi Kegiatan PUPM Mendapatkan Bimtek Sistem Informasi Desa

Sleman, Dalam rangka meningkatkan pengelolaan Sistem Informasi Desa di Kalurahan melalui Musrenbang Kapanewon, kegiatan Pagu Usulan Partisipasi Masyarakat (PUM) terdapat 11 lokasi, baik Kalurahan maupun Kapanewon, yang mengusulkan Bimtek Sistem Informasi Desa, yaitu Kalurahan (Balecatur, Nogotirto, Trihanggo, Sumbersari, Sumberrejo) dan Kapanewon (Depok, Berbah, Ngemplak, Ngaglik). Kegiatan berlangsung di Op Room Dinas PMK Kabupaten Sleman dari tanggal 28 Oktober sampai dengan 12 November 2024.

Narasumber kegiatan berasal dari Combine Resource Institution (CRI), Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Sleman, dan Dinas PMK Sleman. Y. Purnama (Kabid Administrasi, Keuangan, dan Aset Kalurahan Dinas PMK) dalam sambutannya menyampaikan bahwa Sistem Informasi Desa yang sudah terbangun sejak tahun 2019 agar dimaksimalkan dalam pengelolaannya, karena SID adalah sistem yang dimiliki Kalurahan sehingga dalam pengelolaannya membutuhkan kerjasama seluruh Pamong Kalurahan, LKK, BPKal, bahkan masyarakat dapat dilibatkan juga dalam pemberian informasi sehingga berita dan data yang terunggah di SID dapat menjadi media keterbukaan informasi publik kalurahan yang terpercaya.

Adapun materi yang disampaikan dalam bimtek kali ini ialah menampilkan SID versi terbaru dari perubahan tampilan website, data, sampai praktik mencoba login dengan SID baru. Selain itu, untuk memberikan pemahaman dan pengetahuan dalam menjaga data, terdapat juga materi menjaga keamanan data Kalurahan dari kejahatan siber (cyber crime) dari Dinas Kominfo Sleman.

Kasi Persandian Dinas Kominfo, Netty Kusumawati, selaku narasumber dalam kegiatan tersebut, mengatakan kasus kejahatan siber saat ini sudah mulai menyerang data pribadi karena banyak dan mudahnya akses yang bisa dipergunakan oleh hacker.

“Dengan kasus yang sudah banyak terjadi, harapannya dimulai dari Pemerintah Kapanewon dan Kalurahan dapat mulai menyadari akan pentingnya menjaga data, baik data yang dimiliki Pemerintah Kapanewon/Kalurahan sampai data pribadi, supaya tidak terjadi pencurian data dengan mudah,” tuturnya.

Netty pun berbagi tips dan trik untuk menjaga data dari berbagai macam jenis kejahatan siber seperti malware, phishing, hacking, rekayasa sosial (social engineering), dan ransomware.

“Mulailah dengan mengontrol arus informasi mengenai diri sendiri ke publik, perkuat password (ganti password secara berkala dengan yang kuat dan sulit ditebak), gunakan software asli dan antivirus (selalu lakukan pembaruan), jangan mudah percaya file/link di media sosial, jangan buka file/email dari sumber yang tidak dikenal yang berisi lampiran mencurigakan, dan libatkan pihak lain yang memiliki pengetahuan untuk bertanya,” imbuhnya.

CRI memaparkan materi terkait kebermanfaatan SID dalam perannya sebagai data penunjang dalam proses perencanaan pembangunan di Kalurahan. M. Amrun menjelaskan tentang manfaat keberadaan SID di Kalurahan, baik sebagai media informasi melalui website maupun sebagai media olah data melalui menu data.

“SID, jika dirasakan manfaatnya, bisa menjadi acuan atau bahkan sebagai basis data dalam proses perencanaan pembangunan di Kalurahan. Contoh, terdapat data kelompok umur balita yang dapat menjadi acuan dalam perencanaan program pemberian PMT untuk pencegahan stunting dan juga bisa menampilkan data penduduk yang akan mencapai usia 17 tahun, sehingga dapat diusulkan dalam program pembuatan KTP baru,” jelasnya.

SID dalam perkembangannya yang sudah berjalan sejak tahun 2019 tentu saja tidak akan berhenti memperbarui versi aplikasinya. Di tahun ini, SID sedang dalam masa migrasi ke versi terbaru.

“Dalam versi terbaru, halaman website SID akan menggunakan WordPress sehingga Kalurahan dapat mengatur sendiri tampilan SID yang diinginkan. Tampilan data juga akan berubah, sehingga semakin memudahkan pengelolaan SID,” imbuh Krisna.

Benedicta, Ketua Tim Kerja Administrasi Pemerintahan Kalurahan, mengatakan bahwa SID adalah media keterbukaan informasi publik Kalurahan yang dapat menunjang proses Pemerintahan Kalurahan.

“Dimulai setelah Bimtek ini, diharapkan terbentuk tata kelola di Kalurahan, terpola dengan baik, sampai pengarsipan, sehingga alur informasi untuk masyarakat bisa terakses secara akuntabel melalui SID,” kata Benedicta.

Updated: November 13, 2024 — 2:18 am

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *